Gorontalo, 20 November 2025 - UPTD Balai Laboratorium
Kesehatan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Workshop Akreditasi Kementerian
Kesehatan secara luring yang diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan ini menjadi
langkah awal dalam upaya implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Tahun 2022 tentang Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik,
Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter,
dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
Workshop menghadirkan narasumber dari Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia, yakni Drs. Endra Muryanto, Apt., MHA., MM, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP ASLABKESDA. Kegiatan dibuka oleh Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Syafiin Saridin Napu, SKM., M.Kes.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa akreditasi laboratorium kesehatan merupakan proses pengakuan kompetensi berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Akreditasi bertujuan memastikan mutu layanan yang dapat dipertanggungjawabkan serta menjamin keselamatan pasien.
Workshop Akreditasi Kemkes ini membahas tujuh bab materi utama yang menjadi standar akreditasi laboratorium, yaitu:
1. Sasaran Keselamatan Pasien
Mencakup ketepatan identifikasi pasien, komunikasi efektif, serta upaya menurunkan risiko infeksi.
2. Tata Kelola Kepemimpinan
Pembahasan mengenai penetapan visi dan misi, koordinasi dengan pemangku kepentingan, analisis data, manajemen risiko, peningkatan mutu layanan, hingga penguatan budaya keselamatan.
3. Manajemen Informasi
Meliputi pengendalian dokumen, prosedur permintaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan sesuai SOP, pemantauan pasca-analitik, serta penyimpanan dan pemeliharaan dokumen maupun spesimen.
4. Kualifikasi dan Kompetensi SDM
Pembahasan mengenai standar kompetensi SDM laboratorium, program orientasi, evaluasi kinerja, hingga penerapan kesehatan dan keselamatan kerja.
5. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Termasuk standar fasilitas dan ruang pelayanan, pengelolaan prasarana, alat dan bahan, keamanan fasilitas, pengelolaan B3, serta kesiapsiagaan keadaan darurat.
6. Pengendalian Mutu
Materi mencakup pemantapan mutu internal dan eksternal untuk berbagai jenis pemeriksaan, termasuk kimia klinis, hematologi, bakteriologi, virologi, parasitologi, hingga pemeriksaan kualitas air, makanan, dan udara.
7. Program Prioritas Nasional
Menekankan peran laboratorium dalam mendukung program
pengendalian HIV, TB, serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka
Kematian Bayi (AKB).
Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen laboratorium
dalam memberikan layanan yang bermutu, aman, dan sesuai standar akreditasi
nasional.